eventSep 15, 2025

CBC Season 2: Dari Arena Esports ke Garda Depan Pertahanan Siber Indonesia

Kalau biasanya kita dengar soal turnamen esports, yang kebayang pasti cuma game, sorak-sorai penonton, dan kompetisi seru. Tapi lewat Cyber Breaker Competition (CBC) Season 2, dunia esports sekarang punya makna baru: jadi bagian dari upaya memperkuat pertahanan siber bangsa.

Kompetisi Biasa? Jelas Bukan

CBC Season 2 bukan sekadar ajang Capture The Flag (CTF) buat para hacker etis. Formatnya dibungkus ala esports dan edutainment biar makin relate sama generasi muda. Jadi selain jadi ajang adu skill, CBC juga membuka pintu buat masyarakat umum, mahasiswa, sampai gamer buat ngerasain langsung gimana serunya dunia cybersecurity. Tahun ini, ada 619 peserta dari seluruh Indonesia—angka yang nunjukin minat makin tinggi buat terjun ke dunia ini.

Latihan Serius, tapi Fun

Format 2 vs 2 yang dipakai CBC bikin persaingan jadi lebih seru. Bukan cuma soal jago teknis, tapi juga soal kerja sama tim—dua hal yang sama pentingnya kalau ngomongin pertahanan siber beneran. Dari babak kualifikasi, Swiss Stage, Knockout, sampai Grand Final offline di CBC Arena, Cyber UNAS Jakarta, peserta bener-bener ditempa mental sekaligus skill mereka.

Para Juara yang Jadi Kebanggaan

Ajang ini akhirnya melahirkan juara-juara baru yang bisa dibilang calon garda depan pertahanan siber Indonesia:

Juara 1
Tim: PETIR - UDP2P
Player: Wrth (Bill Elim) & Lordrukie (Yudistira Arya Mutamang)

Juara 2
Tim: C*M
Player: Chovid99 (Nicholas Rianto Putra) & Djavaa (Muhammad Abdullah Munir)

Juara 3
Tim: Ing Madya Mangun Karsa
Player: jjcho (Jericho Nathanael Chrisnanta) & Haalloobim (Muhammad Bimatara Indianto)

Nama-nama ini jadi bukti nyata kalau anak muda Indonesia punya potensi besar di bidang siber, tinggal dikasih wadah yang tepat buat berkembang.

Dukungan Negara, Bukan Basa-basi

Yang bikin ajang ini beda adalah kehadiran pejabat tinggi negara kayak Deputi Bidang Keamanan Siber & Sandi Perekonomian BSSN dan Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenparekraf. Kehadiran mereka jadi sinyal kuat: keamanan siber udah jadi isu strategis nasional.

Pak Slamet Aji Pamungkas dari BSSN bilang jelas, Indonesia butuh SDM lokal yang mumpuni buat jaga negeri ini dari ancaman serangan, baik dari dalam maupun luar. Sementara Pak Muhammad Neil El Hima dari Kemenparekraf ngingetin, cybersecurity jangan cuma dilihat sebagai cost, tapi juga peluang buat lahirnya industri baru di Indonesia.

Kolaborasi Lintas Dunia

Peris.ai dan Team RRQ berhasil buktiin kalau dunia esports bisa jadi gerbang emas buat lahirnya talenta digital. Seperti kata Pak AP, CEO RRQ, esports udah jadi pintu masuk anak muda ke dunia digital, dan CBC adalah cara cerdas buat tarik perhatian generasi ini ke isu serius kayak keamanan siber. Ditambah lagi dukungan sponsor kayak ASUS ROG, East Ventures, Asteria Cyberindo Pratama, dan Snowman yang bikin acara ini makin solid.

Signifikansi untuk Pertahanan Siber Nasional

Di balik semua keseruan, pesan penting CBC Season 2 jelas banget: Indonesia butuh garda depan digital yang siap tempur. Kompetisi ini bukan cuma ajang main-main, tapi sarana strategis buat ngasah talenta, ningkatin kesadaran publik, dan nyiapin SDM buat jadi tameng negara di dunia maya.

Kalau turnamen kayak gini konsisten dijalankan, Indonesia nggak cuma siap menghadapi ancaman digital global, tapi juga bisa jadi pemain besar yang punya industri cybersecurity sendiri. Dengan kata lain, CBC adalah langkah konkret buat bikin bangsa ini jadi tuan rumah di tanah sendiri dalam dunia siber.