Mobile Legends: Bang BangMar 30, 2026
MPL ID S17 W1: Awal Buruk buat RRQ Hoshi
Musim baru, harapan baru… tapi Week 1 MPL ID Season 17 langsung kasih kita satu hal yang nggak bisa dihindari: realita itu pahit, bray.
Turnamen terbesar Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) resmi kembali dengan Season 17, membawa total prize pool sebesar Rp4,86 miliar (~$286 ribu USD). Dan seperti biasa, bukan cuma soal uang—ini juga soal gengsi, legacy, dan tiket menuju MSC 2026.
Format & Prize Pool: Masih Sama, Tapi Taruhannya Lebih Besar
Season ini berjalan dari 27 Maret sampai 24 Mei 2026 untuk Regular Season, dengan format:
- Double Round Robin
- Semua match Best of 3 (Bo3)
- Menang = 1 poin
- Kalah = 0 poin
- Top 6 lanjut ke Playoffs
Dan yang menarik, semua match dimainkan dengan Annual Map Change, jadi adaptasi bakal jadi faktor kunci.
Soal hadiah:
- Juara 1: Rp1 M + tiket MSC 2026
- Juara 2: Rp560 juta + tiket MSC 2026
- Juara 3: Rp280 juta
- Juara 4: Rp140 juta
Kalau dilihat sekilas, ya “standar MPL”. Tapi buat tim-tim besar, ini bukan sekadar angka—ini soal pembuktian.
Week 1 RRQ Hoshi: Start yang… Kasar
Mari kita langsung ke poin utama: RRQ Hoshi belum menemukan bentuk terbaiknya.
vs Navi — 0:2 (L)
Game 1
Navi langsung gas dari awal. Skor kill 14-2, dan jujur aja… ini bukan match, ini statement. RRQ kayak belum sempat “masuk game”.
Game 2
Lebih hidup. Bahkan di menit 8, RRQ sempat unggul kill (6-5).
Tapi masalah klasik muncul: mid-late decision making.
Masuk menit 10, Navi mulai balikkan keadaan.
Ending? 9-14, dan wipe out di menit 15.
Kesimpulan: RRQ bisa fight, tapi belum bisa close game.
vs ONIC — 0:2 (L)
Game 1
Ini match yang sebenarnya cukup imbang. Dari early sampai late, nggak ada yang benar-benar dominan.
Tapi ONIC main satu level lebih “rapi”.
- Lane pressure lebih efektif
- Rotasi lebih disiplin
- Macro play lebih bersih
Hasilnya? ONIC pelan-pelan “mencekik” RRQ, sampai akhirnya menang 13-10 di menit 15.
Game 2
Nah ini beda cerita.
ONIC langsung agresif dari awal, snowball tanpa ampun.
RRQ kelihatan kesulitan respon tempo cepat.
Ending brutal:
13-2 di menit 12.
Kesimpulan: ketika lawan naik tempo, RRQ belum siap.
Klasemen Sementara: Bottom Tier, dan Itu Nggak Biasa
Di akhir Week 1, RRQ Hoshi:
- 2 match
- 0 poin
- Posisi: bawah klasemen
Dan buat tim sebesar RRQ… ini bukan sekadar “awal musim lambat”. Ini alarm.
Roster RRQ Hoshi S17: Bukan Tim Kecil
Kalau lihat nama-namanya, ini bukan roster sembarangan:
- Kenneth Marcello (Super Kenn)
- Muhammad Rizky (Toyy)
- Said Ali Ridho (Idok)
- Hajirin Arafat (Rinz)
- Nathaniel Yambao (Dan)
- Yehezkiel Napitu (Yehezkiel)
- Habil Azhari (Kuroky)
Coach & Analyst:
- Alfi Syahrin (Khezcute) – Head Coach
- Jian Paulo (Pauuu) – Analyst
- Rasyid Kevin (NMM) – Analyst
Secara nama? Solid.
Secara potensi? Jelas ada.
Tapi MPL bukan soal nama.
Ini soal execution di hari H.
Jadi… Apa yang Salah?
Kalau ditarik garis besar dari Week 1:
1. Early Game Masih Bisa Fight
RRQ nggak selalu kalah di early. Bahkan beberapa momen mereka unggul.
Artinya: mekanik & laning masih oke.
2. Mid Game Decision Making Bermasalah
Ini yang paling kelihatan.
- Overextend
- Salah timing fight
- Kurang disiplin saat unggul
Ini bikin lead kecil berubah jadi kekalahan besar.
3. Adaptasi Tempo Lemah
Lawan seperti ONIC langsung punish dengan tempo cepat.
RRQ terlihat:
- Terlambat respon
- Kehilangan kontrol map
- Dipaksa main reaktif
Masih Panjang, Tapi Nggak Bisa Santai
Kabar baiknya: Ini baru Week 1.
Format double round robin masih panjang. Masih banyak match untuk comeback. Tapi kabar buruknya: MPL itu liga yang kejam.
Kalau terlalu lama “pemanasan”, bisa-bisa:
- Kehilangan momentum
- Kehilangan kepercayaan diri
- Dan… kehilangan slot playoff
Penutup: RRQ Butuh Lebih dari Sekadar Comeback
RRQ Hoshi bukan tim yang asing dengan tekanan. Mereka pernah jatuh, dan bangkit lagi. Tapi Season 17 ini terasa berbeda.
Karena sekarang, bukan cuma soal “bisa menang atau tidak”…
tapi soal: Apakah RRQ masih bisa jadi tim yang ditakuti?
Week 2 akan jadi jawaban awal. Kalau performa masih sama? Ini bukan sekadar slow start. Ini bisa jadi… awal dari masalah yang lebih besar.
Division



Share