Mobile Legends: Bang BangMay 28, 2026

MPL ID S17 W9: Hoshi Tutup Musim Terburuk dengan Sedikit Perlawanan

Regular Season MPL ID Season 17 akhirnya selesai. Buat RRQ Hoshi, Week 9 jadi penutup dari perjalanan yang jujur saja berat banget untuk dilihat.

Setidaknya, pekan terakhir ini tidak sepenuhnya gelap. Hoshi berhasil menang 2-1 atas Alter Ego, lalu memberi perlawanan sengit meski akhirnya kalah 1-2 dari Dewa United.

Masalahnya, semua itu sudah terlambat.

RRQ Hoshi sudah dipastikan gagal lolos playoff sejak Week 7. Jadi, Week 9 ini lebih terasa seperti kesempatan terakhir untuk menyelamatkan sedikit harga diri di musim yang sangat pahit.


Day 2 vs Alter Ego: Akhirnya Menang Lagi

Melawan Alter Ego pada 23 Mei 2026, RRQ Hoshi sempat memulai seri dengan cukup berat.

Di Game 1, Alter Ego langsung tampil brutal sejak early game. Baru menit 3, mereka sudah mengantongi 5 kill. Masuk menit 10, jaraknya makin jauh: skor kill 9-5 dan gold difference +7,8K untuk Alter Ego.

RRQ sempat memberi perlawanan terakhir, tapi Alter Ego tetap terlalu jauh di depan. Game pertama pun selesai di menit 14:05 dengan skor kill 14-8 dan gold difference +12,3K.

Tapi menariknya, Hoshi tidak langsung runtuh.

Di Game 2, RRQ mulai menunjukkan permainan yang jauh lebih rapi. Meski Alter Ego sempat unggul kill di menit 5, Hoshi justru lebih unggul dari sisi gold dan objektif. Masuk menit 10, RRQ memimpin 6-5 dari sisi kill dan +4,5K gold difference.

Kuncinya jelas: objektif.

RRQ berhasil mengamankan 2 turret, 1 Lord, dan 3 Turtle. Mereka tidak harus menang banyak teamfight untuk menguasai game. Cukup main disiplin, ambil objektif, dan pelan-pelan cekik map Alter Ego. Game kedua pun ditutup RRQ dengan skor kill 11-7 dan gold difference +8,1K.

Game 3 bahkan lebih meyakinkan.

Hoshi kembali unggul lewat permainan objektif dan map control. Menit 10, mereka sudah memimpin kill 7-4 dengan gold difference +4,7K. Alter Ego terlihat lebih sering melakukan kesalahan, sementara RRQ kali ini mampu menghukum kesalahan tersebut.

Menit 13, RRQ menutup game terakhir dengan skor kill 12-4 dan gold difference +9K.

Akhirnya, Hoshi menang 2-1.


Day 3 vs Dewa United: Perlawanan Ada, Tapi Masalah Lama Muncul Lagi

Sehari setelahnya, RRQ Hoshi kembali bertanding melawan Dewa United pada 24 Mei 2026. Kali ini hasilnya kalah 1-2.

Game 1 berjalan cukup imbang di early game, tapi Dewa mulai mengambil alih saat masuk mid game. Menit 10, mereka unggul kill 7-4 dengan gold difference +1,4K. Setelah itu, Dewa semakin nyaman mengontrol permainan dan menutup game di menit 15 dengan skor kill 17-4.

Game 2 jadi game paling seru di seri ini.

Pertandingan berjalan ketat dari early sampai late game. RRQ sempat mendapat momentum penting di sekitar Lord pada menit 13 setelah mencuri 2 kill dari pemain Dewa. Tapi seperti cerita lama musim ini, teamfight di area Lord kembali jadi pedang bermata dua.

Menit 17, giliran RRQ yang kurang rapi dalam teamfight. Dewa mengambil momentum dan sempat unggul lagi.

Momen paling deg-degan terjadi di menit 21 saat Kayn mencoba backdoor sendirian. Base RRQ bahkan tinggal sekitar 30% HP. Untungnya, Yehezkiel dan SuperKenn cepat balik badan dan menggagalkan usaha tersebut. Nyaris saja, jantung fans RRQ ikut copot dari bracket kehidupan.

Akhirnya, di menit 25, RRQ memenangkan teamfight penting di area Lord dengan membunuh 4 pemain Dewa. Momentum itu langsung dimanfaatkan untuk menutup game di menit 26. RRQ menang dengan skor kill 21-18.

Sayangnya, Game 3 kembali jadi cerita pahit.

RRQ sebenarnya memulai dengan cukup baik, bahkan sempat wipe-out semua pemain Dewa di menit 5. Namun, masuk mid game, beberapa pemain Hoshi terciduk dan Dewa mulai mengambil momentum.

Di akhir menit 13, teamfight di sekitar Lord kembali jadi masalah. RRQ terlihat tidak kompak dan kehilangan 2 pemain. Dewa tidak membuang kesempatan. Mereka langsung menutup pertandingan di menit 14:12 dengan skor kill 14-8.


Musim Berakhir, Luka Masih Terasa

Week 9 menunjukkan dua sisi RRQ Hoshi musim ini.

Di satu sisi, mereka masih bisa menang. Mereka masih bisa main rapi. Mereka masih bisa mengontrol objektif dan menghukum kesalahan lawan, seperti saat melawan Alter Ego.

Tapi di sisi lain, masalah lama masih muncul:

  • kurang stabil dari game ke game
  • sering kehilangan momentum di teamfight penting
  • beberapa kali unggul dulu, lalu jatuh karena kesalahan sendiri
  • sulit menjaga konsistensi selama satu seri penuh

Akhirnya, RRQ Hoshi menutup MPL ID Season 17 dengan catatan 2 kemenangan dan 14 kekalahan.

Jelas, ini musim terburuk RRQ Hoshi sepanjang sejarah mereka di MPL ID.

Bukan sekadar gagal playoff. Tapi gagal playoff dua musim berturut-turut, setelah sebelumnya juga tidak lolos di Season 16.


Semoga Season 18 Jadi Titik Balik

Musim ini mungkin sudah selesai, tapi PR untuk RRQ Hoshi baru dimulai.

Karena untuk tim sebesar RRQ, hasil seperti ini jelas tidak bisa dianggap “ya sudah, namanya juga kompetisi”. Harus ada evaluasi besar. Dari roster, strategi, mental, komunikasi, sampai cara mereka mengambil keputusan di momen penting.

Week 9 memang memberi sedikit tanda kehidupan.

Tapi musim depan, RRQ Hoshi butuh lebih dari sekadar tanda.

Mereka butuh kebangkitan.