Mobile Legends: Bang BangMay 13, 2026

MPL MY S17 W6: Awan Gelap juga ke RRQ Tora

Sepertinya awan gelap di panggung kompetitif MLBB RRQ belum juga pergi. Bukan cuma Hoshi yang sedang berjuang keras di MPL ID, RRQ Tora juga mengalami fase berat di MPL MY S17.

Setelah sempat membuka musim dengan sangat meyakinkan, perjalanan Tora justru berubah drastis sejak Week 3. Dari yang awalnya terlihat sebagai salah satu kandidat kuat papan atas, kini Tora harus menerima kenyataan pahit: lose streak mereka terus berlanjut sampai Week 6.

Di pekan ini, RRQ Tora menjalani dua pertandingan penting. Sayangnya, dua-duanya berakhir dengan hasil yang sama: kalah 0-2.


Day 1: Kalah Lagi dari Bigetron Malaysia

Pada 8 Mei 2026, RRQ Tora kembali bertemu Bigetron Malaysia. Di Week 4, Bigetron juga sudah menjadi salah satu tim yang membuat Tora semakin terperosok setelah menang 2-0.

Dan kali ini, ceritanya terulang lagi.

Game 1: Tora Langsung Tertekan Sejak Awal

Game pertama berjalan berat sejak menit-menit awal.

Belum sampai 3 menit pertandingan berjalan, Bigetron Malaysia sudah unggul jauh:

  • Kill 4-0
  • Gold Difference +2,1K

Start seperti ini jelas membuat Tora langsung berada dalam posisi sulit. Mereka harus bermain dari belakang sejak sangat awal, sementara BTRM punya ruang lebih besar untuk mengatur tempo permainan.

Meski begitu, menariknya, Bigetron tidak langsung bisa memperlebar jarak terlalu jauh. Tora masih mencoba bertahan dan mencari celah untuk balik menekan.

Masuk menit 10:

  • Skor kill 9-5 untuk BTRM
  • Gold Difference +2,8K untuk BTRM

Artinya, Tora sebenarnya masih punya peluang. Jaraknya belum mustahil untuk dikejar.

Sayangnya, BTRM tetap lebih stabil. Mereka menjaga keunggulan, memaksa Tora terus bermain defensif, lalu menutup game pertama di menit 16 dengan skor kill 14-7 dan Gold Difference +4K.

Bukan stomp paling brutal, tapi tetap saja, Tora tidak pernah benar-benar berhasil mengambil kendali.


Game 2: Awalnya Berimbang, Lalu Runtuh di Mid Game

Game kedua sempat terlihat lebih menjanjikan.

Di menit 5, pertandingan masih cukup ketat:

  • Skor kill 5-3 untuk BTRM
  • Gold Difference masih di bawah 1K

Tora masih bisa mengikuti tempo. Masih bisa trading. Masih bisa memberi perlawanan.

Tapi masalahnya muncul ketika game masuk ke mid game.

Di menit 10, BTRM mulai menjauh:

  • Skor kill 10-5
  • Gold Difference +4,6K

Dari sini, game langsung terasa jauh lebih sulit. Bigetron Malaysia tidak menyia-nyiakan momentum sama sekali. Mereka mempercepat tempo, menekan map, dan membuat Tora semakin sulit bernapas.

Hanya tiga menit kemudian, game selesai.

BTRM menutup pertandingan di menit 13 dengan skor kill 13-5 dan Gold Difference +8,2K.

Singkatnya, Tora sempat bertahan di early. Tapi begitu BTRM menemukan momentum, game langsung lepas dari tangan mereka.


Day 2: Team Vamos Kembali Jadi Batu Sandungan

Sehari setelah kalah dari Bigetron Malaysia, Tora harus menghadapi Team Vamos pada 9 Mei 2026.

Ini juga bukan lawan yang asing. Di Week 3, Team Vamos sudah pernah mengalahkan Tora 2-0. Jadi, match ini seharusnya bisa jadi ajang balas dendam.

Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya.

Tora kembali kalah 0-2.


Game 1: Imbang Lama, Hancur Karena Satu Momen

Game pertama sebenarnya dimulai cukup baik.

Di early game, pertandingan berjalan berimbang. Tidak ada tim yang benar-benar mendominasi sejak awal.

Menit 5:

  • Skor kill 2-1 untuk VMS
  • Gold Difference hanya +508

Masuk menit 10:

  • Skor kill 3-2 untuk VMS
  • Gold Difference bahkan masih di bawah 100

Ini game yang super tipis. Secara angka, Tora masih sangat hidup.

Namun, satu momen mengubah segalanya.

Sebelum masuk menit 11, Team Vamos berhasil memenangkan teamfight penting. Eksekusi mereka lebih kompak, lebih rapi, dan langsung menghasilkan momentum besar.

Masuk menit 13:

  • Skor kill 7-3 untuk VMS
  • Gold Difference +5,2K

Dalam waktu singkat, game yang tadinya seimbang berubah jadi berat sebelah.

Puncaknya terjadi di menit 15, saat teamfight di sekitar Lord. VMS berhasil meratakan semua pemain Tora. Wipe out itu langsung dimanfaatkan untuk menghancurkan base RRQ.

Game pertama selesai. VMS unggul 1-0.

Ini salah satu contoh paling pahit dari “satu teamfight bisa mengubah semuanya.”


Game 2: VMS Lebih Methodical, Tora Dikikis Pelan-Pelan

Game kedua juga sempat berjalan cukup berimbang di awal.

Menit 7:

  • Skor kill 5-4 untuk VMS
  • Gold Difference cuma +123

Lagi-lagi, Tora masih bisa mengikuti permainan. Namun bedanya, di game kedua ini, VMS terlihat lebih sabar dan lebih methodical.

Mereka tidak sekadar mencari kill. Mereka pelan-pelan mengambil objektif, menghancurkan tower, dan mempersempit ruang gerak Tora.

Menit 12:

  • Skor kill 11-6 untuk VMS
  • Gold Difference +2,5K
  • Tower: 5 untuk VMS, 1 untuk Tora

Dari sini, terlihat jelas bahwa masalah Tora bukan cuma soal kalah fight. Mereka juga mulai kehilangan map.

Dan kalau map sudah hilang, comeback jadi jauh lebih sulit.

Akhirnya, VMS menutup game di menit 15 dengan skor kill 17-6 dan Gold Difference mencapai +10K.

Game ini terasa seperti pelajaran macro dari Team Vamos. Pelan, rapi, dan efektif. Tidak perlu banyak drama, cukup tekan sedikit demi sedikit sampai lawan tidak punya tempat untuk bergerak.


Dari 4-0 ke 4-6: Penurunan yang Menyakitkan

Yang membuat situasi ini makin berat adalah konteks perjalanan Tora musim ini.

Mereka sempat membuka MPL MY S17 dengan sangat kuat. Bahkan setelah dua pekan pertama, Tora punya rekor 4 kemenangan dari 4 pertandingan.

Tapi sejak Week 3, semuanya berubah.

Kekalahan demi kekalahan datang:

  • kalah dari Team Vamos,
  • kalah dari SRG,
  • kalah dari Bigetron Malaysia,
  • kalah lagi dari SRG,
  • kalah lagi dari Bigetron Malaysia,
  • dan kalah lagi dari Team Vamos.

Sekarang rekor mereka menjadi 4 menang dan 6 kalah.

Dari tim yang sempat terlihat seperti penantang papan atas, Tora kini berada di batas zona bahaya.


Klasemen Week 6: Tora Turun ke Posisi 6

Dengan dua kekalahan di Week 6, RRQ Tora kini bertengger di posisi 6 klasemen sementara MPL MY S17.

Berikut klasemen sementara sampai Week 6:

  1. SRG: 10-1
  2. Team Rey: 7-3
  3. Invictus Gaming: 7-4
  4. Team Vamos: 6-5
  5. Bigetron Malaysia: 4-6
  6. RRQ Tora: 4-6
  7. AC Esports: 3-8
  8. Team Flash: 1-9

Secara angka, Tora memang masih punya rekor yang sama dengan Bigetron Malaysia. Tapi posisi 6 tetap bukan tempat yang nyaman.

Apalagi AC Esports di bawah mereka sudah mengantongi 3 kemenangan. Artinya, jarak ke bawah juga tidak terlalu aman.


Masalah Besarnya: Tora Terlalu Mudah Kehilangan Momentum

Dari Week 3 sampai Week 6, pola kekalahan Tora mulai kelihatan jelas.

Mereka sering kali tidak langsung hancur dari awal. Bahkan beberapa game berjalan berimbang di early game. Masalahnya, begitu masuk mid game atau momen objektif besar, Tora sering kehilangan kontrol.

Entah itu:

  • kalah teamfight penting,
  • kehilangan Lord,
  • tertinggal tower terlalu jauh,
  • atau gagal menjaga momentum kecil yang sudah mereka bangun.

Game pertama melawan VMS jadi contoh paling jelas. Sampai menit 10, semuanya masih seimbang. Tapi satu teamfight yang buruk langsung membuat gap melebar drastis.

Game kedua melawan BTRM juga sama. Early masih bisa diikuti, tapi begitu mid game datang, Bigetron langsung menjauh.

Masalahnya bukan cuma “Tora kalah”. Masalahnya adalah Tora sering kalah dengan cara yang mirip.

Dan itu yang harus segera dibenahi.


Masih Bisa Bangkit, Tapi Waktunya Makin Tipis

MPL MY S17 sudah masuk fase akhir regular season. Artinya, Tora tidak bisa lagi terlalu lama mencari jawaban.

Dengan rekor 4-6, mereka masih punya peluang. Tapi peluang itu tidak lagi terasa longgar.

Mulai sekarang, setiap pertandingan akan terasa seperti final kecil.

Tora harus segera:

  • memutus lose streak,
  • memperbaiki eksekusi di mid game,
  • menjaga objektif dengan lebih disiplin,
  • dan yang paling penting, mengembalikan kepercayaan diri mereka.

Karena kalau tren ini terus berlanjut, posisi 6 bisa berubah dari “masih aman” menjadi “bahaya banget”.


Penutup: Ini Saatnya Tora Membuktikan Diri

RRQ Tora pernah terlihat sangat kuat di awal musim. Mereka pernah memimpin, pernah mendominasi, dan pernah terlihat seperti tim yang siap bersaing di papan atas.

Tapi sekarang, situasinya berbeda.

Mereka sedang diuji.

Bukan cuma dari sisi gameplay, tapi juga mental. Karena kalah satu-dua match itu biasa. Tapi lose streak panjang? Itu bisa mengguncang cara sebuah tim melihat dirinya sendiri.

Sekarang pertanyaannya sederhana:

Apakah Tora bisa bangkit sebelum semuanya terlambat?

Karena di titik ini, mereka tidak lagi butuh sekadar “main lebih baik”.

Mereka butuh menang.