Mobile Legends: Bang BangSep 26, 2024
Pak AP Ungkap Rahasia Skylar yang Membuatnya Berbeda dari Bintang RRQ Lainnya
Sepanjang sejarah MPL Indonesia sejak Season 1 di tahun 2018 silam, divisi MLBB dari RRQ mungkin memang sudah mencetak banyak bintang di skena kompetitifnya. Lemon, Marsha, dan Tuturu, misalnya, yang mengawali debut RRQ di musim perdana MPL Indonesia. Ada juga R7, Vyn, Albert, ataupun Xinn yang juga pernah mengharumkan nama RRQ, baik di panggung nasional ataupun internasional.
Namun, di antara sekian banyak bintang tadi, Schevenko "Skylar" Tendean punya keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dibanding bintang-bintang RRQ lainnya.
Faktanya, Skylar memang mengawali kariernya bersama dengan RRQ dari mulai MDL Indonesia Season 2, di 2020. Di musim tersebut, Skylar sebenarnya sempat satu tim bersama Albert. Namun, Albert lebih dulu naik ke MPL, meninggalkan Skylar yang masih berlaga di MDL.
Baru di MDL ID S3 lah, Skylar akhirnya naik ke MPL, ke RRQ Hoshi. Meski begitu, saat itu, di MPL ID S7, Skylar memang belum bisa dikatakan memberikan performa terbaiknya dan mencuri perhatian skena esports MLBB. Cerita ini mungkin jauh berbeda dari perjalanan Albert, yang langsung menjadi MVP di Grand Final, di musim pertama ia naik ke MPL.
Di musim berikutnya, di Season 8, meski sudah mulai bermain lebih rutin, kala itu Skylar masih berada di bawah bayang-bayang Xinn.
Namun demikian, perjalanan seperti itulah yang membentuk Skylar, baik dari sisi skill permainannya, mentalnya, dan bahkan personality-nya yang ramah dan rendah hati.
“Kalo kata orang, hidup itu kan kayak roda ya. Nah roda hidupnya Skylar itu, ibaratnya, sudah berputar 2x, naik dan turunnya.” Cerita Pak AP sambil tertawa.
Setelah 2 musim di MPL, Skylar baru bersinar di Season 9. Saat ia bersama R7, Clay, Albert, dan VYN membawa RRQ juara MPL Indonesia untuk yang keempat kalinya. Di musim berikutnya, di S10, bersama pemain-pemain senior tadi, Skylar juga berhasil mencapai prestasi tertingginya – setidaknya sampai artikel ini ditulis – saat RRQ Hoshi jadi berakhir di posisi ketiga di M4 World Championship.
Sayangnya, setelah Season 10 tadi, Skylar bersama RRQ Hoshi harus melalui jalan terjal dan awan mendung selama beberapa musim. Di Season 11 dan 12, RRQ Hoshi harus gugur di hari pertama di babak Playoffs. Di Season 13, Skylar juga ada di sana, saat RRQ Hoshi menorehkan rekam jejak terburuknya. Tak hanya itu, ia ditinggal oleh R7 yang pensiun di Season 11. Sedangkan di Season 12, ia ditinggalkan oleh VYN dan Albert yang ke Bigetron dan ONIC.
“Skylar itu dari nol di RRQ dan didikan RRQ. Jadi pemain bintang juga di RRQ. Skylar juga ikut ngalamin periode paling rendahnya RRQ Hoshi, di Season 13. Dia udah ngerasain ‘up and down’ di RRQ. Skylar ngerasain main bareng bintang-bintang RRQ di generasi sebelumnya. Tapi dia juga ngerasain ditinggal sama temen-temennya. Tapi, justru itu yang bikin dia humble. Semua perjalanan itu adalah proses pendewasaan diri dia juga. Saya berharap banget dia punya karier panjang di RRQ.” Ujar Pak AP bangga.
Saat artikel ini ditulis, MPL ID S14 memang belum selesai. Namun, sampai di pekan ketujuh Regular Season, banyak orang sudah bisa melihat ada perbedaan drastis antara RRQ Hoshi di musim ini dan di musim sebelumnya – baik di dalam ataupun di luar game. Di Season 14 ini, Hoshi seperti kembali menemukan chemistry yang sempat hilang dan bahkan, bisa jadi, chemistry terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah RRQ di MLBB. Dan Skylar juga ada dan bahkan mengambil peran krusial di musim ini.
Setiap lembaran cerita tadi lah yang membuat Skylar berbeda dan unik dibanding bintang-bintang lainnya dari RRQ, atau bahkan mungkin dibanding bintang-bintang dari tim lainnya, sepanjang sejarah esports MLBB sampai hari ini.
Division



Share