Honor of KingsApr 10, 2026
Perjalanan RRQ Berakhir di IKL Spring 2026: Udah Dekat Banget, tapi Ga Cukup
Kalau Week 4 kemarin rasanya “aman tapi belum tenang”… Week 5 dan Play-Ins ini jadi jawabannya. RRQ bukan cuma diuji. Mereka dipaksa nunjukin — sebenarnya mereka ada di level mana. Dan jawabannya? Masih setengah langkah lagi.
Week 5: Ketemu Tembok Lagi
Masuk Week 5, posisi RRQ sebenarnya cukup oke: Peringkat 5 — 5 menang, 3 kalah.
Secara matematis? Udah aman ke Play-Ins.
Tapi lawan terakhir mereka bukan tim biasa.
Kagendra.
- Runner-up IKL Fall 2025
- Juara IKL Spring 2025
- Week 4: 6-1 (peringkat 3)
Ini bukan sekadar match penutup. Ini ujian level… lagi.
RRQ vs Kagendra (2–3)
Dan hasilnya? Mirip banget sama cerita sebelumnya.
Game 1 & 2: Kagendra langsung hajar.
Walaupun di Game 1, RRQ kasih perlawanan gila — sampai 22 menit, panjang banget buat standar match sekarang. Tapi tetap: 0–2.
Lalu… RRQ bangkit.
Game 3 & 4: Main cantik. Lebih sabar. Lebih rapi.
Dan tiba-tiba jadi: 2–2.
Kita pernah lihat cerita ini sebelumnya, kan?
Dan lagi-lagi… Game 5 jadi penentu. Kali ini, Kagendra nggak kasih kesempatan.
Mereka main cepat. Efisien. Dan nutup game di menit 12.
Menariknya?
- Game 1: 22 menit (panjang, alot)
- Game 5: 12 menit (cepat, brutal)
Dua dunia yang berbeda… dalam satu series. Dan lagi-lagi, RRQ kalah di momen terakhir.
Turun ke Peringkat 6… Tapi Masih Lanjut
Dengan hasil ini: RRQ finish peringkat 6 (5–4).
Turun satu posisi. Tapi tetap lolos ke Play-Ins karena gap sama tim bawah udah terlalu jauh.
Masalahnya? Di Play-Ins… nggak ada lawan gampang. Dan yang nunggu RRQ adalah Dominator. Runner-up IKL Spring 2025. Yes. Yang itu lagi.
Play-Ins: Series Paling Gila RRQ Musim Ini
Kalau ada satu match yang bisa ngegambarin musim RRQ… Ini dia.
RRQ vs Dominator (Bo7)
Game 1–2: Awal yang Berat
Game 1: Ketat banget.
Skor kill 7–6 di menit 16 untuk Dominator.
Tipis. Tapi tetap kalah.
Game 2: Nggak ada cerita. 15–4 di menit 12. Dominator dominan.
RRQ tertinggal 0–2.
Game 3–5: RRQ Bangkit… Gila-Gilaan
Di titik ini, banyak tim bakal runtuh.
Tapi RRQ? Mereka malah naik level.
Game 3: Main sabar, penuh hitungan.
7–1 (menit 19)
Game 4: Lebih clean.
10–2 (menit 13)
Game 5: Ini puncaknya.
14–5 (menit 12)
Tiga game beruntun. Mainnya rapi. Percaya diri. Dan kelihatan banget mereka lagi “in control”. Score jadi: 3–2 untuk RRQ.
Kalau ini Bo5? Selesai. RRQ lolos.
Tapi sayangnya… Ini Bo7.
Game 6: Satu Kesalahan, Semua Berubah
Game 6 sebenarnya masih di tangan RRQ.
Menit 12: 8–4 untuk RRQ.
Kontrol ada. Tapi… Gara-gara beberapa kesalahan kecil, Dominator berhasil memanfaatkan itu dengan sangat baik.
Walaupun kill score akhir masih 12–11 untuk RRQ… Dominator main lebih efisien. Mereka berhasil ancurin tower 8. Sedangkan RRQ cuma 2.
Dan mereka pun menang. Series jadi: 3–3.
Game 7: Habis.
Kadang, di game terakhir… Bukan soal strategi lagi. Tapi mental.
Dan di Game 7? RRQ benar-benar nggak dikasih ruang.
0–9 di menit 11. Nggak dapat satu kill pun. Series yang tadinya di tangan… langsung hilang.
Akhir Perjalanan
Dengan hasil ini:
- RRQ gugur di Play-Ins
- Finish di posisi 5–6
Berbagi tempat dengan Vesakha Esports.
Musim yang “Hampir”
Kalau harus dirangkum dalam satu kata: Hampir.
- Hampir kalahin Dominator di Week 4
- Hampir kalahin Kagendra di Week 5
- Hampir lolos di Play-Ins
- Bahkan… hampir reverse series di Bo7
Tapi di IKL: “Hampir” itu nggak dihitung.
Yang Bisa Dibawa Pulang
Tapi bukan berarti musim ini gagal total.
RRQ nunjukin banyak hal:
- Bisa bangkit dari ketertinggalan
- Bisa main disiplin saat dibutuhkan
- Punya mental buat fight sampai akhir
Masalahnya cuma satu: menutup pertandingan.
Karena di level ini, yang ngebedain tim bagus dan tim juara…bukan seberapa sering mereka menang. Tapi… seberapa sering mereka menang di momen paling penting.
Dari Sini ke Depan
RRQ nggak hancur. Mereka cuma… belum selesai.
Dan kalau ada satu hal yang jelas dari IKL Spring 2026: RRQ bukan tim lemah. Tapi mereka juga belum jadi tim yang ditakuti.
Sekarang tinggal satu pertanyaan: Next season… mereka bakal tetap jadi tim “hampir”?Atau akhirnya… jadi tim yang benar-benar sampai?
Division



Share