Honor of KingsNov 17, 2025

Perjalanan RRQ di KIC 2025: Jalan Terjal Sang Raja

KIC 2025 akhirnya digelar. Turnamen paling prestisius di dunia Honor of Kings ini kembali mempertemukan 16 tim terbaik dari berbagai regional untuk memperebutkan total hadiah USD 1 juta dan tiket menuju Honor of Kings Challenger Cup 2025. Tahun ini, Manila jadi saksi dari duel-duel panas, comeback gila, dan drama khas turnamen dunia.

Buat RRQ, KIC 2025 punya cerita sendiri—cerita tentang perjalanan panjang, suara fans, dan perjuangan sampai akhir.

Phoenix Reborn: Jalan RRQ Menuju KIC 2025

RRQ datang ke KIC 2025 lewat jalur yang nggak biasa: Phoenix Reborn Qualifier. Jalur ini cuma diperuntukkan buat dua tim yang dapat suara terbanyak lewat voting in-game—khusus tim yang belum lolos secara merit di liga regionalnya.

Artinya? RRQ berangkat ke KIC bukan cuma karena performa, tapi karena kepercayaan fans. Voting itu bukti bahwa komunitas RRQ tetap solid, tetap percaya, dan tetap ingin lihat sang Raja bangkit di panggung dunia.

Format Turnamen: Ketat dari Awal Sampai Akhir

Group Stage (14–18 November 2025)
– 16 tim dibagi menjadi 4 grup tanpa seeding
– Sistem Double Elimination, Bo5
– Dua tim teratas dari tiap grup lanjut ke Knockout Stage

Knockout Stage (20–30 November 2025)
– Pemenang grup dipertemukan dengan runner-up
– Sistem Double Elimination, Bo7

Singkatnya? Dari awal sampai akhir, semua tim harus siap main panjang, adaptasi cepat, dan nggak boleh salah langkah.

Masuk Grup C: Grup Paling “Tetangga Tapi Lawan”

RRQ masuk ke Grup C, bareng:

  • Alpha Gaming (Malaysia)
  • Kagendra (Indonesia)
  • BOOM Esports (Filipina)

Grup yang isinya serumpun, sama-sama Asia Tenggara, tapi sama-sama haus pembuktian di level dunia. Ini tipe grup yang kalau salah baca draft sedikit aja, langsung kejegur ke lower bracket.

Match 1: RRQ vs Alpha Gaming – Permulaan yang Berat

Laga pertama mempertemukan RRQ dengan Alpha Gaming. Sayangnya, Alpha tampil sangat disiplin dan rapih secara makro. RRQ sempat memberikan tekanan, tapi Alpha berhasil mengambil semua momentum penting dan mengamankan seri dengan kemenangan 3-0.

Skor memang keras, tapi bukan tanpa perlawanan. RRQ mencoba beberapa variasi draft, namun Alpha benar-benar ada di peak performance.

Match 2: BOOM Esports vs Kagendra

Di sisi satunya, Kagendra ketemu BOOM. Laga berjalan ketat dan penuh momen back-and-forth — akhirnya BOOM menang 3-2, dan Kagendra turun ke lower bracket ketemu… RRQ.

Sama-sama tim Indonesia, sama-sama di ujung tanduk. Ini pertandingan yang pahit dimainin, tapi wajib dijalani.

Lower Bracket: RRQ vs Kagendra – Duel Sesama Saudara

Pertandingan antara RRQ dan Kagendra jalan sengit. Dua tim sama-sama tahu gaya main masing-masing, sama-sama paham rotasi khas Indonesia, dan sama-sama punya ambisi buat bertahan lebih lama di Manila.

RRQ menunjukkan perlawanan yang jauh lebih tajam di seri ini. Draft lebih berani, eksekusi lebih terstruktur, dan game play makin hidup. Sayangnya, Kagendra tampil sedikit lebih stabil di late game dan berhasil mengambil seri dengan skor 3-2.

Dua game buat RRQ, dua game buat Kagendra, satu game penentuan yang akhirnya jatuh ke tangan Kagendra.

Akhir Perjalanan, Bukan Akhir Cerita

Dengan skor tersebut, perjalanan RRQ di KIC 2025 resmi berakhir di Group Stage. Bukan hasil yang diimpikan, tapi tetap perjalanan yang layak dihargai—karena RRQ datang ke Manila lewat jalur paling unik: suara komunitas yang ingin lihat sang Raja bangkit kembali.

Buat RRQ, KIC 2025 bukan sekadar turnamen tapi juga sebuah pesan penting: fans masih percaya, perjuangan masih panjang, dan api belum padam.