Mobile Legends: Bang BangAug 03, 2026
Roster RRQ Tora MPL MY S18: Kombinasi Pemain Akademi & Senior
RRQ Tora resmi memperkenalkan susunan pemain dan staf yang akan bertanding di MPL Malaysia Season 18.
Pengumuman roster dilakukan dalam rangkaian terakhir Rise Above 2026 di Kuala Lumpur, setelah sebelumnya acara tersebut hadir di Bali dan Jakarta.
Untuk musim baru ini, RRQ Tora membawa kombinasi yang cukup beragam. Ada pemain muda dari jalur akademi Malaysia, pemain berpengalaman di MPL MY, serta dua talenta Indonesia yang sebelumnya sudah merasakan persaingan di MPL ID.
Di balik layar, Sasa tetap dipercaya sebagai Head Coach. Ia akan dibantu Haru sebagai Assistant Coach dan Dex sebagai Performance Coach.
Berikut roster lengkap RRQ Tora untuk MPL Malaysia Season 18.
Roster RRQ Tora MPL MY Season 18
Coaching Staff
- Sasa — Head Coach
- Haru — Assistant Coach
- Dex — Performance Coach
Players
- Super Kenn — Jungler
- Yehezkiel — Mid Laner
- AJ — Mid Laner
- Lehtzy — EXP Laner
- Izzshiki — Gold Laner
- Loleal — Gold Laner
- Addboyy — Roamer
Manager
- Benny — Manager
Membawa Pelajaran dari Season 17
MPL Malaysia Season 17 menjadi musim pertama RRQ Tora di kompetisi tertinggi MLBB Malaysia.
Perjalanan tersebut dimulai dengan cukup menjanjikan. RRQ Tora sempat membuka musim dengan empat kemenangan beruntun dan terlihat mampu bersaing di papan atas.
Namun, performa tim kemudian mengalami penurunan. RRQ Tora masuk ke periode hasil yang tidak konsisten dan sempat mengalami rangkaian kekalahan yang membuat persaingan menuju Playoffs menjadi semakin berat.
Tora tetap berhasil mengamankan tiket Playoffs setelah mengakhiri Regular Season di posisi keenam dengan catatan enam kemenangan dan delapan kekalahan. Di babak Play-ins, perjalanan mereka harus berakhir setelah kalah 0–3 dari Team Vamos. RRQ Tora pun menutup Season 17 di posisi kelima–keenam.
Hasil tersebut tentu belum menjadi pencapaian yang diinginkan. Namun, Season 17 memberikan banyak pelajaran penting bagi tim yang baru menjalani musim pertamanya.
RRQ Tora sempat menunjukkan bahwa mereka bisa mengalahkan tim kuat. Salah satu contohnya adalah kemenangan 2–0 atas Team Rey pada pekan terakhir Regular Season. Namun, tim juga masih kesulitan menjaga performa yang sama dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Season 18 kini menjadi kesempatan untuk membangun tim yang lebih stabil, lebih dalam, dan lebih siap menghadapi panjangnya kompetisi.
Sasa Kembali Memimpin RRQ Tora
Lu Khai Bean “Sasa” kembali dipercaya sebagai Head Coach RRQ Tora.
Sebelum menjadi pelatih, Sasa dikenal sebagai salah satu pemain Malaysia paling sukses di skena kompetitif MLBB. Ia pernah menjuarai MPL Indonesia Season 3 dan MSC 2019 bersama ONIC Esports.
Pengalaman tersebut membuat Sasa memahami tekanan kompetisi, bukan hanya dari perspektif pelatih, tetapi juga sebagai mantan pemain yang pernah berdiri di panggung tertinggi.
Pada Season 18, Sasa akan bekerja bersama Haru sebagai Assistant Coach dan Dex sebagai Performance Coach.
Kombinasi ini diharapkan dapat membantu RRQ Tora dari sisi strategi, pengembangan pemain, persiapan pertandingan, serta konsistensi performa sepanjang musim.
Super Kenn Mengisi Posisi Jungle
Posisi Jungler akan dipercayakan kepada Kenneth Marcello “Super Kenn”.
Super Kenn merupakan salah satu Jungler muda Indonesia yang sudah memiliki pengalaman bermain di MPL ID. Ia sebelumnya berkembang melalui sistem Bigetron sebelum bergabung dengan RRQ Hoshi.
Ia juga pernah menjalani pengalaman kompetitif di luar Indonesia bersama DianFengYaoGuai.
Kini, Super Kenn mendapatkan tantangan baru bersama RRQ Tora.
Sebagai Jungler, ia akan memiliki peran penting dalam menentukan tempo permainan, mengamankan objektif, dan membangun koordinasi dengan seluruh lane.
Kepindahan ke MPL Malaysia juga memberi Super Kenn kesempatan untuk berkembang di lingkungan baru dan menghadapi gaya permainan yang berbeda.
Yehezkiel Membawa Pengalaman Juara MPL ID
Yehezkiel Napitu menjadi salah satu dari dua pilihan RRQ Tora di posisi Mid Lane.
Meski masih muda, Yehezkiel sudah memiliki pengalaman yang cukup besar. Ia pernah menjadi bagian dari Team Liquid ID yang menjuarai MPL Indonesia Season 14 dan melaju hingga Grand Final M6 World Championship.
Ia kemudian bergabung dengan RRQ Hoshi pada Season 17.
Perjalanan tersebut tidak berjalan sesuai harapan, tetapi Season 18 kini memberinya kesempatan untuk memulai kembali bersama RRQ Tora.
Yehezkiel datang bukan hanya sebagai pemain muda dengan potensi. Ia sudah merasakan tekanan Grand Final MPL dan turnamen dunia.
Pengalaman itu diharapkan bisa membantu RRQ Tora, terutama ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
AJ Memberikan Pengalaman Lokal di Mid Lane
Selain Yehezkiel, RRQ Tora juga mempertahankan Muhammad Azri “AJ” Jamaludin sebagai Mid Laner.
AJ bukan nama baru di skena MLBB Malaysia. Ia pernah bermain untuk berbagai tim, termasuk Suhaz Esports, Team Caracal, RED Esports MY, Team Lunatix, Team Rey, dan CG Esports.
Ia juga sudah menjadi bagian dari RRQ Tora pada Season 17.
Keberadaan AJ memberikan kontinuitas di tengah perubahan roster yang cukup besar. Ia sudah memahami lingkungan kompetisi Malaysia, karakter lawan, dan tekanan bermain bersama RRQ Tora.
Dengan Yehezkiel dan AJ, tim pelatih memiliki dua pilihan Mid Laner dengan latar belakang berbeda.
Yehezkiel membawa pengalaman dari MPL ID dan turnamen internasional. AJ membawa pemahaman yang lebih panjang terhadap ekosistem MPL Malaysia.
Loleal Datang dengan Pengalaman Panjang
Untuk posisi Gold Lane, RRQ Tora juga mendatangkan Ealtond Rayner “Loleal” dengan status pinjaman dari Team Rey.
Loleal memiliki pengalaman panjang di kompetisi Malaysia. Ia pernah bermain untuk RSG Malaysia, Team Caracal, NINERS, Todak, dan Team Rey.
Berbeda dengan Izzshiki yang datang sebagai talenta muda, Loleal membawa pengalaman menghadapi berbagai situasi di level MPL.
Kombinasi keduanya memberikan pilihan yang cukup menarik.
RRQ Tora memiliki satu Gold Laner muda yang masih berkembang dan satu pemain berpengalaman yang sudah memahami tuntutan kompetisi tingkat tinggi.
Keduanya dapat memberikan karakter permainan dan pilihan draft yang berbeda sepanjang musim.
Lehtzy Naik dari Jalur Akademi
Lehtzy akan mengisi posisi EXP Laner untuk RRQ Tora.
Sebelum bergabung, ia pernah memperkuat RED Alpha dan Pixel Esports di kompetisi MLBB Academy League Malaysia. Dari 3 pemain akademi yang bergabung dengan Tora di musim ini, Lehtzy adalah pemain paling senior karena sudah tercatat bermain di MLBB Academy League Malaysia dari Season 2.
MPL MY Season 18 kini menjadi langkah berikutnya dalam perjalanannya. Dari level akademi, Lehtzy mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri di panggung tertinggi MLBB Malaysia.
Sebagai EXP Laner, ia akan memegang peran penting dalam menjaga lane, membuka ruang, dan terlibat dalam team fight. Namun, seperti pemain muda lainnya yang baru naik ke MPL, proses adaptasi terhadap tempo, tekanan, dan konsistensi pertandingan akan menjadi tantangan utama.
Addboyy Dipercaya sebagai Roamer
Addboyy akan mengisi posisi Roamer RRQ Tora.
Ia sebelumnya memperkuat Pixel Esports dan tercatat menjadi bagian dari roster tim tersebut di MLBB Academy League Season 4 dan 5.
Addboyy juga memiliki latar belakang tim yang sama dengan Lehtzy dan Izzshiki. Kesamaan ini setidaknya dapat membantu proses awal adaptasi mereka di dalam roster baru, meski komunikasi dan chemistry di level MPL tetap harus dibangun kembali bersama seluruh anggota tim.
Sebagai Roamer, Addboyy akan memegang tanggung jawab besar dalam membuka map, memulai team fight, melindungi rekan setim, dan membantu mengatur komunikasi di dalam pertandingan.
MPL MY Season 18 akan menjadi ujian penting baginya untuk membuktikan bahwa pengalaman dari level akademi bisa diterjemahkan ke panggung utama.
Izzshiki, Gold Laner Muda dari Pixel Esports
Izzul Hayyu Eddin “Izzshiki” menjadi pemain termuda dalam roster RRQ Tora Season 18.
Gold Laner kelahiran 4 Oktober 2008 tersebut sebelumnya juga memperkuat Pixel Esports di MLBB Academy League Season 5. Kesempatan bermain di MPL MY Season 18 jelas menjadi langkah besar dalam perkembangan kariernya.
Dengan usia yang masih sangat muda, Izzshiki akan berbagi posisi Gold Lane bersama Loleal, pemain yang membawa pengalaman jauh lebih panjang dari skena kompetitif Malaysia.
Kombinasi ini memberi RRQ Tora dua pilihan dengan profil berbeda: satu pemain muda yang masih berkembang, dan satu pemain berpengalaman yang sudah mengenal tekanan kompetisi tingkat tinggi.
Kombinasi Pemain Muda, Pengalaman Lokal, dan Talenta Indonesia
Roster RRQ Tora Season 18 dibangun melalui beberapa pendekatan. Super Kenn dan Yehezkiel membawa pengalaman dari MPL Indonesia. AJ dan Loleal memberikan pengalaman panjang dari skena kompetitif Malaysia.
Lehtzy, Izzshiki, dan Addboyy mewakili generasi baru dari jalur akademi.
Sementara itu, Sasa, Haru, dan Dex bertugas menyatukan seluruh elemen tersebut menjadi satu sistem yang solid.
Komposisi ini memberikan RRQ Tora keseimbangan antara pemain yang sudah pernah berada di panggung besar dan pemain muda yang sedang mencari kesempatan pertama mereka.
Tantangannya tentu tidak mudah. Mereka harus membangun komunikasi, menentukan susunan terbaik, menjaga persaingan internal tetap sehat, dan menemukan gaya permainan yang paling sesuai.
Namun, Season 17 sudah memberikan satu pelajaran penting: potensi saja belum cukup.
RRQ Tora membutuhkan konsistensi.
Waktunya Membuka Babak Baru
MPL Malaysia Season 18 menjadi kesempatan kedua bagi RRQ Tora.
Season 17 menjadi awal perjalanan, lengkap dengan kemenangan besar, periode sulit, dan tiket Playoffs yang akhirnya berhasil diamankan.
Kini, fokus beralih ke langkah berikutnya.
Roster baru telah diumumkan. Para pemain muda siap naik level. Pemain berpengalaman siap membawa stabilitas. Staf pelatih juga kembali dengan struktur yang lebih lengkap.
Tidak ada jaminan bahwa prosesnya akan langsung berjalan sempurna.
Namun, RRQ Tora kini hadir dengan fondasi baru dan tujuan yang jelas: berkembang dari musim pertama dan bersaing lebih jauh di MPL Malaysia Season 18.
Division



Share