APEX LEGENDSFeb 26, 2026
RRQ Apex Legends Siap Masuk Era Baru di ALGS Year 6, Kenalin Roster Terbarunya!
RRQ resmi tancap gas menuju ALGS Year 6, musim kompetisi Apex Legends terbesar sejauh ini. Bukan cuma sekadar ganti lineup, tapi ini bisa dibilang jadi awal bab baru buat perjalanan RRQ Apex di scene kompetitif global.
Tim ini bakal menjalani debut resminya di APAC South Pro League Split 1 pada April 2026. Targetnya jelas: naik level, bukan cuma ikut meramaikan.
Dan ya — roster barunya akhirnya diumumkan.
Kenalan Dulu Sama Roster Baru RRQ Apex
RRQ datang dengan kombinasi menarik: pemain muda, pengalaman internasional, dan chemistry lama yang ternyata sudah terbentuk jauh sebelum mereka pakai jersey RRQ.
Inilah lineup terbaru RRQ Apex:
- (ID) StrafingFlame — IGL / Anchor
- (AU) Metro — Second Fragger
- (AU) Prycyy — Entry Fragger
- (AU) Pana — Coach
Sekilas mungkin terlihat seperti roster baru biasa. Tapi kalau kita lihat lebih dalam, ada cerita koneksi lama yang bikin lineup ini terasa lebih solid dari awal.
StrafingFlame: Otak Permainan dari Indonesia
Gen Ghi “StrafingFlame” Subroto jadi sosok kunci sebagai IGL (In-Game Leader) sekaligus anchor tim. Perannya bukan cuma bertahan atau call rotasi, tapi jadi pusat pengambilan keputusan di tengah chaos khas Apex Legends.
Karier kompetitifnya dimulai pada 2021 bersama Primis Komanda, dan sejak itu dia dikenal sebagai pemain dengan pendekatan permainan yang disiplin dan kalkulatif.
Menariknya, ini bukan pertama kalinya dia bermain bersama salah satu rekan setimnya sekarang.
Prycyy: Entry Fragger dengan Pengalaman Panjang
Dylan “Prycyy” Price bukan nama baru di scene Apex. Pemain asal Australia ini sudah aktif sejak Oktober 2020 saat memulai karier profesional bersama Perihelion.
Sebagai entry fragger, tugas Prycyy sederhana tapi brutal: masuk duluan, buka ruang, dan menciptakan momentum fight.
Yang bikin chemistry RRQ makin menarik, Prycyy sebelumnya pernah satu tim dengan StrafingFlame di roster Al Qadsiah dan Team Burger. Artinya, komunikasi dan gaya main mereka bukan dimulai dari nol.
Dalam game secepat Apex, chemistry lama seperti ini sering jadi pembeda besar.
Metro: Talenta Muda yang Lagi Naik Daun
Kalau ada nama yang paling fresh di roster ini, jawabannya adalah Brock “Metro” Lane.
Lahir tahun 2009, Metro termasuk generasi baru pemain Apex yang langsung lompat ke level kompetitif tinggi. Ia memulai karier profesionalnya pada April 2025 bersama Source Gaming, dan dalam waktu singkat sudah menarik perhatian banyak tim.
Sebagai second fragger, Metro punya peran fleksibel: follow-up damage, pressure tambahan, dan menjaga tempo fight tetap agresif.
Singkatnya, energi mudanya jadi bahan bakar tambahan buat tim.
Pana: Dari Player Jadi Coach — dan Bawa Chemistry Lama
Satu detail yang cukup menarik datang dari posisi coach.
Pana, yang kini jadi pelatih RRQ Apex, sebelumnya adalah pemain aktif dan bahkan pernah menjadi rekan setim Metro di Boogie Boarders dan Source Gaming pada 2025.
Transisi dari player ke coach sering memberikan keuntungan unik: pemahaman mikro gameplay yang sangat detail. Ditambah lagi, hubungan lama dengan Metro bisa mempercepat adaptasi strategi dan komunikasi tim.
Ini bukan sekadar coach baru — tapi figur yang sudah memahami sebagian DNA roster sejak awal.
Roster Baru, Tapi Chemistry Lama
Hal paling menarik dari lineup RRQ Apex kali ini bukan cuma skill individu, tapi jejaring koneksi antar pemain:
- StrafingFlame & Prycyy → mantan rekan setim di Al Qadsiah dan Team Burger
- Metro & Pana → pernah satu tim di Boogie Boarders dan Source Gaming
Artinya, RRQ tidak membangun tim dari nol. Mereka menyatukan potongan chemistry yang sudah pernah terbukti sebelumnya.
Dalam kompetisi battle royale seperti Apex Legends, faktor ini sering lebih penting dibanding sekadar mechanical skill.
Karena di Apex, keputusan sepersekian detik bisa menentukan hidup atau pulang lobby.
Target Besar di ALGS Year 6
ALGS Year 6 diprediksi jadi musim paling kompetitif sejauh ini. Level tim makin tinggi, strategi makin matang, dan region APAC South sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah paling agresif di dunia Apex.
RRQ jelas tidak datang sebagai penonton.
Dengan kombinasi leadership dari Indonesia, firepower Australia, dan chemistry yang sudah terbentuk sebelumnya, roster ini punya fondasi kuat untuk membawa RRQ Apex ke level berikutnya.
April 2026 akan jadi titik awal perjalanan mereka.
Dan kalau semuanya berjalan sesuai rencana, ini bisa jadi era baru RRQ di panggung Apex Legends global.
Division



Share