Mobile Legends: Bang BangOct 21, 2025

RRQ Hoshi Akhiri Musim dengan Perlawanan Terbaik, Meski Pintu Playoff Tertutup

Minggu terakhir MPL ID Season 16 jadi perjalanan roller coaster buat RRQ Hoshi. Harapan untuk lolos ke playoff masih ada di awal minggu, tapi hasil akhir berkata lain. Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, perjuangan Dyrenn dan kawan-kawan tetap jadi salah satu kisah paling berkesan di penghujung musim ini.

Awal yang Berat: Tersandung di Hadapan TLID

RRQ sebenarnya datang dengan semangat tinggi saat berhadapan dengan Team Liquid ID (TLID). Setelah EVOS menumbangkan NAVI, peluang RRQ untuk lolos ke playoff kembali terbuka — asal mereka bisa menang.

Sayangnya, TLID punya misi sendiri: menggagalkan langkah siapa pun yang masih berjuang menuju playoff. Di game pertama, RRQ tampil cukup agresif tapi sedikit overcommit. Hal itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh TLID. Meski sempat unggul secara gold dan berhasil melakukan push ke base lawan, RRQ justru kena balik serangan. Triple kill dari Yehezkiel langsung menutup peluang comeback.

Game kedua pun berjalan sengit di early game, tapi TLID perlahan mengambil alih kontrol. Ferxiic sempat memberi harapan lewat aksi mencuri Lord, tapi teamfight solid dari TLID membuat RRQ harus menyerah 0-2.

Kekalahan ini membuat langkah RRQ semakin berat, dan semua harapan kini bertumpu pada laga terakhir melawan NAVI.

Laga Penentuan: Menang, Tapi Tak Cukup

Pertandingan melawan NAVI di hari terakhir jadi duel hidup-mati untuk RRQ Hoshi. Jika menang besar, peluang playoff masih bisa dijaga — setidaknya secara matematis. RRQ pun turun dengan formasi yang sudah akrab di mata fans: Dyrenn, Sutsujin, Idok, Rinz, dan Toyy.

Game pertama dimulai dengan tekanan besar dari NAVI. Namun satu blunder dari Andoryuu membuat momentum berbalik. RRQ langsung menghukum kesalahan itu dan menutup game pertama dengan kemenangan manis.

Game kedua berjalan lebih hati-hati. Kedua tim bermain penuh kalkulasi, tahu bahwa satu kesalahan bisa menentukan segalanya. Kali ini, NAVI berhasil memanfaatkan peluang lebih baik dan menyamakan skor jadi 1-1 — hasil yang sudah cukup untuk memastikan tiket playoff bagi mereka.

Meski begitu, RRQ tidak menyerah. Di game ketiga, mereka tetap tampil profesional dan solid. Dyrenn menjaga lini depan dengan disiplin, Rinz dan Toyy mengeksekusi dengan tenang, dan akhirnya RRQ menutup laga dengan kemenangan 2-1. Sayangnya, kemenangan itu datang terlambat. NAVI tetap lolos berkat selisih poin, sementara RRQ harus puas mengakhiri musim di luar zona playoff.

Akhir Musim yang Pahit

Meski gagal lolos, performa RRQ Hoshi di pekan terakhir tetap menunjukkan satu hal: semangat mereka tidak pernah padam. Dari pertandingan melawan TLID hingga NAVI, RRQ memperlihatkan keteguhan dan kebanggaan khas “King of Kings”.

Kemenangan atas NAVI jadi simbol bahwa RRQ tak pernah menyerah sampai akhir. Mereka mungkin tak melaju ke playoff, tapi cara mereka menutup musim membuktikan — RRQ selalu bermain dengan hati.

Penutup:
Bagi RRQ Kingdom, hasil ini memang mengecewakan, tapi perjalanan musim ini tetap penuh pelajaran dan momen berharga. Musim depan, satu hal pasti — RRQ akan kembali lebih kuat, dengan semangat yang sama seperti selalu: fight until the very end.