Mobile Legends: Bang BangApr 06, 2026
RRQ Hoshi Kian Tertekan di Week 2 MPL ID S17
Kalau Week 1 kemarin bisa dibilang “slow start”, maka Week 2 ini mulai terasa seperti… alarm yang makin kencang bunyinya.
Setelah dua kekalahan di minggu pertama, RRQ Hoshi kembali turun di Week 2 MPL ID Season 17. Harapannya jelas: bangkit.
Realitanya? Belum.
Recap Singkat: Dari Week 1 ke Week 2
Week 1:
- vs NAVI — kalah 0-2
- vs ONIC — kalah 0-2
Week 2:
- vs Team Liquid ID — kalah 0-2
Total sekarang:
- Match: 0-3
- Game: 0-6
- Diff: -6
Dan ya… posisi: juru kunci.
vs Team Liquid ID — 0:2 (L)
Game 1: Belum Panas, Udah Dingin
Game pertama ini jujur aja… berat dari awal.
- Menit 5: 0-6 kill, gold selisih hampir 3k
- Menit 10: 3-10, tower juga sudah 0-3
- End: 5-16 di menit 13:41
TLID nggak cuma unggul—mereka ngontrol tempo sepenuhnya.
Hoshi kelihatan:
- Kehilangan map
- Kehilangan objektif
- Dan yang paling terasa: kehilangan arah
Ini tipe game yang kalau kamu kedip sedikit, tiba-tiba base sudah kebuka.
Game 2: Lebih Hidup, Tapi Masih Belum Cukup
Di game kedua, akhirnya ada tanda kehidupan.
- Menit 6: 3-3, cukup seimbang
- Menit 10: mulai goyah → 11-6 untuk TLID
- Menit 15: masih fight → 19-16
- End menit 18: 22-16 untuk TLID
Masalahnya sama seperti Week 1:
Hoshi bisa ikut bertarung
Tapi belum bisa mengontrol pertandingan
Selalu ada momen:
- Salah ambil fight
- Terlambat rotasi
- Atau kalah setup objektif
Dan di MPL, satu kesalahan kecil = satu game hilang.
Pola yang Mulai Terlihat (dan Agak Mengkhawatirkan)
Kalau kita gabungkan Week 1 + Week 2, mulai kelihatan pola yang konsisten:
1. Early Game: Kadang Oke, Kadang Hancur
Kadang bisa imbang, kadang langsung ketinggalan jauh. Artinya belum stabil.
2. Mid Game: Selalu Jadi Titik Jatuh
Ini yang paling konsisten… sayangnya dalam arti buruk.
- Lead kecil nggak bisa diamankan
- Fight sering kalah timing
- Map control lepas begitu saja
3. Closing Game: Hampir Tidak Ada
Sampai sekarang, RRQ belum menang satu game pun. Ini bukan soal “hampir menang”.
Ini soal belum sampai titik menang sama sekali.
Ironi RRQ: Tora vs Hoshi
Yang bikin situasi ini makin… menarik (atau menyakitkan, tergantung POV):
Sementara Hoshi:
- 0-3
- Juru kunci MPL ID
Di sisi lain, RRQ Tora di MPL MY:
- Menang 2 match
- Semua dengan skor 2-0
- Puncak klasemen
Satu organisasi. Dua cerita yang berlawanan total.
Kayak multiverse versi esports:
- Di satu universe, RRQ unstoppable
- Di universe lain… lagi nyari arah
Masih Bisa Bangkit?
Jawaban jujurnya: bisa.
Tapi bukan dengan cara yang sama.
Karena dari 3 match ini, jelas kelihatan:
- Ini bukan masalah satu game
- Ini bukan masalah satu draft
- Ini masalah sistem permainan secara keseluruhan
RRQ butuh:
- Lebih disiplin di mid game
- Lebih cepat adaptasi tempo lawan
- Lebih jelas dalam eksekusi objektif
Dan mungkin yang paling penting: reset mental.
Karena 0-6 game loss itu bukan cuma angka. Itu tekanan.
Penutup: Ini Bukan Sekadar Start Buruk Lagi
Kalau Week 1 kita masih bilang “tenang, baru mulai”…
Week 2 bikin narasinya berubah jadi: “RRQ harus segera berubah, atau musim ini bisa lepas.”
MPL itu cepat. Nggak ada waktu untuk cari bentuk terlalu lama.
Dan sekarang, pertanyaannya bukan lagi:
- “Bisa nggak RRQ menang?”
Tapi: “Kapan RRQ akhirnya bisa mulai menang?”
Week berikutnya bakal jadi krusial.
Division



Share