Mobile Legends: Bang BangJul 20, 2026

RRQ Hoshi Mulai Buka Roster MPL ID Season 18 Lewat Rise Above 2026

Perjalanan baru RRQ Hoshi menuju MPL Indonesia Season 18 resmi dimulai.

Namun, kali ini RRQ tidak memperkenalkan tim barunya lewat satu pengumuman besar yang langsung menampilkan seluruh roster. Identitas awal RRQ Hoshi untuk musim mendatang dibuka secara bertahap melalui Rise Above 2026, rangkaian acara yang hadir di tiga kota di Indonesia dan Malaysia.

Perjalanan tersebut dimulai di Bali pada 11 Juli 2026, berlanjut ke Jakarta pada 19 Juli 2026, dan nantinya akan ditutup di Kuala Lumpur pada 2 Agustus 2026.

Setiap kota bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya RRQ Kingdom. Masing-masing juga membawa potongan baru dari susunan RRQ Hoshi untuk Season 18.

Di Bali, RRQ memperkenalkan Tesista “Caleb” Kayleb sebagai Assistant Coach. Kemudian, di Jakarta, tiga pemain pertama diumumkan: Said “Idok” Ridho, Hajirin “Rinz” Arafat, dan Joshua “Lynchh” Elshad.

Dua pemain lama kembali dipercaya. Satu juara baru datang. Sementara itu, seorang pelatih dengan perjalanan panjang di skena kompetitif Indonesia ikut bergabung di belakang mereka.

Rise Above 2026, Perjalanan Menuju Musim Baru

Rise Above 2026 hadir di tiga kota utama:

Bali
Berbagi Ruang dan Kopi
Sabtu, 11 Juli 2026

Jakarta
Anora 2
Minggu, 19 Juli 2026

Kuala Lumpur
Sungei Wang Plaza
Minggu, 2 Agustus 2026

Format pengumuman secara bertahap ini membuat pembangunan roster Season 18 terasa seperti sebuah perjalanan, bukan sekadar unggahan daftar nama di media sosial.

Setelah musim yang sangat berat, mungkin memang sudah waktunya proses kebangkitan RRQ Hoshi tidak dimulai dengan janji besar.

Ia dimulai dengan memperkenalkan orang-orang yang akan menjalankannya.

Caleb Jadi Potongan Pertama yang Diperkenalkan di Bali

Nama pertama yang diumumkan dalam perjalanan Rise Above 2026 adalah Tesista “Caleb” Kayleb.

Caleb diperkenalkan di Bali sebagai Assistant Coach RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 18. Meski menjadi wajah baru di RRQ, ia bukan sosok baru dalam kompetisi Mobile Legends Indonesia.

Perjalanan kepelatihannya sangat erat dengan EVOS.

Caleb pernah menjadi bagian dari EVOS Lynx, EVOS Icon, EVOS Legends, EVOS Glory, hingga EVOS Holy. Artinya, ia memiliki pengalaman menangani tim dari level pengembangan sampai panggung tertinggi MPL Indonesia.

Salah satu pencapaian pentingnya datang bersama EVOS Icon ketika menjuarai MDL Indonesia Season 7. Pada turnamen tersebut, EVOS Icon mengalahkan Dewa United Esports dengan skor 4–2 di grand final.

Tidak lama setelah itu, ia juga menjadi bagian dari keberhasilan EVOS menjuarai World Cyber Games 2023.

Pada MPL Indonesia Season 13, Caleb kembali merasakan pertandingan puncak setelah EVOS Glory mencapai grand final. Mereka akhirnya harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Fnatic ONIC dengan skor 2–4.

Sebelum bergabung dengan RRQ Hoshi, Caleb melanjutkan kariernya bersama Team Rey di Malaysia.

Perjalanannya mungkin belum dihiasi gelar MPL Indonesia. Namun, ia sudah mengenal berbagai lapisan kompetisi: membangun pemain dari MDL, menghadapi tekanan bersama tim besar, mencapai grand final MPL, sampai bekerja di lingkungan kompetitif Malaysia.

Sebagai Assistant Coach, Caleb tidak harus menjadi satu-satunya orang yang menentukan arah tim. Namun, pengalaman tersebut bisa menjadi tambahan perspektif penting bagi staf kepelatihan RRQ Hoshi.

Apalagi setelah Season 17, tim ini jelas membutuhkan lebih dari sekadar pergantian pemain. RRQ juga membutuhkan sistem yang mampu membuat setiap pemain berfungsi sebagai satu kesatuan.

 

Jakarta Memperkenalkan Tiga Pemain Pertama

Delapan hari setelah pengumuman Caleb di Bali, Rise Above 2026 berlanjut di Jakarta.

Pada acara yang berlangsung di Anora 2, Minggu, 19 Juli 2026, RRQ memperkenalkan tiga pemain pertama untuk MPL ID Season 18: Idok, Rinz, dan Lynchh.

Tiga nama ini membawa tiga cerita yang berbeda.

Idok dan Rinz kembali setelah melewati musim terburuk RRQ Hoshi. Sementara Lynchh datang setelah menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya.

Dua pemain bertahan dari badai.

Satu pemain datang sambil membawa pengalaman menjadi juara.

Rinz dan Idok: Lolos dari Ujian Terberat

Bagi Hajirin “Rinz” Arafat dan Said “Idok” Ridho, Season 18 bukan lagi cerita tentang pemain muda yang mendapatkan kesempatan naik kelas.

Keduanya sudah menjadi bagian dari perjalanan RRQ Hoshi selama empat musim terakhir.

Mereka pernah mencapai dua grand final berturut-turut. Mereka juga mengalami kegagalan lolos Playoffs. Kemudian, pada Season 17, keduanya berada di dalam tim ketika RRQ Hoshi mencatatkan performa terburuk sepanjang sejarahnya.

Namun, mereka tetap dipercaya untuk melanjutkan perjalanan.

MPL ID Season 17 memang menjadi musim yang sangat buruk bagi RRQ Hoshi secara keseluruhan. Hasil akhir tim tidak bisa dibela dengan statistik pilihan, kalimat motivasi, atau backsound sinematik.

Buruk ya buruk.

Namun, di tengah sistem yang tidak berjalan dengan baik, Rinz dan Idok masih mampu memperlihatkan performa individual yang cukup layak.

Mereka belum berhasil menyelamatkan RRQ kemarin. Akan tetapi, keduanya menunjukkan bahwa mereka masih pantas menjadi bagian dari proses pembangunan kembali tim.

Dan mungkin inilah ujian terbesar mereka.

Ketika sebuah tim meraih hasil bagus, mempertahankan pemain adalah keputusan mudah. Hampir semua orang terlihat hebat ketika tim menang.

Sebaliknya, ketika sebuah tim menjalani musim terburuknya, setiap pemain akan diperiksa jauh lebih dalam. Bukan hanya mekanik, tetapi juga komunikasi, konsistensi, kemampuan beradaptasi, mentalitas, dan kontribusinya di luar apa yang terlihat oleh penonton.

Rinz dan Idok berhasil melewati evaluasi tersebut.

Mereka lolos dari trial paling brutal: bermain di dalam tim yang sedang jatuh, lalu tetap dianggap layak membantu membangunnya kembali.

Perjalanan Panjang dari Bossque hingga RRQ Hoshi

Kisah Rinz dan Idok sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum keduanya mengenakan seragam RRQ Hoshi.

Mereka pernah bermain bersama Bossque dan berhasil menjuarai MDL Indonesia Season 8.

Yang membuat ceritanya lebih menarik, Bossque meraih gelar tersebut setelah mengalahkan RRQ Sena di partai final.

Jadi, sebelum menjadi bagian dari RRQ, Rinz dan Idok terlebih dahulu menjadi dua pemain yang menggagalkan RRQ.

Tidak lama kemudian, keduanya bergabung dengan RRQ Sena. Bersama Dyrennn, mereka membawa tim tersebut mencapai grand final MDL Indonesia Season 9.

RRQ Sena akhirnya kalah sangat tipis dari Geek Fam ID Junior dengan skor 3–4.

Perjalanan itu membuka pintu promosi menuju RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 14.

Pada musim pertama mereka di MPL, Rinz dan Idok langsung membawa RRQ Hoshi mencapai grand final. Sayangnya, RRQ harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Team Liquid ID.

Satu musim berikutnya, mereka kembali mencapai final.

Kali ini ONIC menjadi penghalang terakhir.

Dua musim berturut-turut, Rinz dan Idok berdiri sangat dekat dengan gelar MPL Indonesia. Namun, dua kali pula mereka harus melihat tim lain mengangkat trofi.

Season 16 kemudian menjadi awal dari periode yang jauh lebih berat. RRQ Hoshi gagal lolos Playoffs dan finis di peringkat ketujuh Regular Season. Season 17 seharusnya menjadi kesempatan untuk bangkit. Yang terjadi justru sebaliknya.

Namun, meski dua musim terakhir menghasilkan kekecewaan besar, perjalanan Rinz dan Idok belum selesai.

Season 18 memberi mereka satu kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa dua grand final pada awal perjalanan mereka bukan sekadar kenangan.

Lynchh Datang sebagai Juara, Bukan Sekadar Talenta Muda

Nama baru di antara tiga pemain yang diperkenalkan di Jakarta adalah Joshua “Lynchh” Elshad.

Lynchh bergabung sebagai EXP Laner setelah sebelumnya berkembang dalam sistem kompetitif Bigetron. Ia pernah memperkuat Bigetron Beta dan Bigetron Academy sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di level yang lebih tinggi.

Namun, hal paling menarik dari Lynchh bukan hanya usianya atau statusnya sebagai pemain muda. Ia datang ke RRQ setelah merasakan bagaimana rasanya menjadi juara.

Bersama Bigetron, Lynchh menjadi bagian dari tim yang menjuarai MPL Indonesia Season 17 setelah mengalahkan ONIC dengan skor 4–1 di grand final.

Artinya, ketika RRQ Hoshi menjalani musim terburuk dalam sejarahnya, Lynchh sedang menjalani salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya. Kini kedua perjalanan tersebut bertemu.

RRQ membutuhkan pemain yang memahami standar untuk menjadi juara. Lynchh membutuhkan tantangan baru untuk membuktikan bahwa keberhasilannya bukan hanya produk dari satu tim dan satu sistem.

Ia juga bukan pemain yang sepanjang kariernya hanya mengenal EXP Lane.

Pada awal perjalanan profesionalnya, Lynchh pernah bermain sebagai Jungler di MDL Indonesia Season 9. Ia kemudian berpindah menjadi Roamer pada Playoffs MDL Season 10, sebelum akhirnya menjalani peran sebagai EXP Laner mulai Season 11.

Pengalaman di tiga posisi tersebut memberinya pemahaman permainan yang cukup unik.

Seorang EXP Laner harus memahami kapan bertahan di lane, kapan memotong minion, kapan ikut dalam team fight, dan kapan membiarkan rekan-rekannya bertarung sambil dirinya mengambil turret dengan ketenangan seseorang yang mematikan notifikasi grup WhatsApp.

Pengalaman sebagai Jungler dan Roamer berpotensi membantunya membaca kebutuhan tim dari perspektif yang lebih luas. Ia memahami bagaimana Jungler membangun tempo. Ia pernah merasakan tanggung jawab seorang Roamer dalam membuka map dan memulai pertarungan. Kini, seluruh pemahaman itu dibawa ke EXP Lane.

Lynchh juga pernah mencatatkan tujuh kemenangan tanpa kekalahan saat menggunakan Arlott di MPL Malaysia Season 17.

Tentu saja, satu hero dan satu statistik tidak cukup untuk menjelaskan kualitas seorang pemain sepenuhnya. Namun, catatan tersebut tetap memperlihatkan bahwa ketika mendapatkan hero dan situasi yang sesuai, Lynchh mampu menjadi senjata yang sangat efektif.

Dua Pemain Bertahan, Satu Juara Datang

Dari tiga pemain pertama yang diumumkan, mulai terlihat pendekatan RRQ Hoshi dalam membangun tim Season 18. Rinz dan Idok membawa kontinuitas.

Mereka memahami tekanan bermain untuk RRQ, mengenal lingkungan tim, dan telah merasakan perjalanan dari grand final hingga titik terendah organisasi.

Lynchh membawa satu hal yang berbeda. Ia datang sebagai pemain muda dengan pengalaman lintas role dan, yang lebih penting, sudah mengetahui bagaimana rasanya menyelesaikan musim sebagai juara.

Di belakang mereka, Caleb hadir sebagai tambahan dalam staf kepelatihan dengan pengalaman membangun pemain di MDL, mendampingi tim MPL, mencapai grand final, dan bekerja di dua ekosistem kompetitif yang berbeda.

Tapi, Roster RRQ Hoshi belum lengkap. Masih ada pemain lain, susunan staf lengkap, pembagian peran, dan sistem permainan yang belum diperlihatkan.

Namun, empat nama pertama ini sudah memberi gambaran awal.

RRQ tidak sepenuhnya membuang fondasi lama. Mereka mempertahankan dua pemain yang masih dipercaya, merekrut seorang juara untuk membawa energi baru, dan menambahkan perspektif baru di dalam staf kepelatihan.

Perjalanan Belum Selesai

Setelah Bali dan Jakarta, Rise Above 2026 masih memiliki satu tujuan lagi. Kuala Lumpur akan menjadi kota ketiga sekaligus penutup rangkaian acara pada Minggu, 2 Agustus 2026, di Sungei Wang Plaza.

Artinya, kisah roster RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 18 kemungkinan belum selesai. Bali memberikan potongan pertama melalui Caleb. Jakarta memperkenalkan Rinz, Idok, dan Lynchh.

Kini, perhatian akan beralih ke Kuala Lumpur untuk melihat bagian berikutnya dari tim yang sedang dibangun.

Setelah dua musim yang sangat berat, RRQ Hoshi tidak lagi hanya membutuhkan nama-nama besar. Tim ini membutuhkan pemain dan staf yang bisa bekerja bersama, berkembang bersama, dan bertahan ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana.

Season 18 belum dimulai. Roster lengkapnya bahkan belum sepenuhnya dibuka. Namun, perjalanan untuk bangkit sudah berjalan. Bukan dimulai dari panggung MPL, melainkan dari Bali, Jakarta, dan segera Kuala Lumpur.

Karena terkadang, untuk kembali ke atas, hal pertama yang harus dilakukan bukan melompat. Cukup pastikan langkah pertama penuh perhitungan.