Mobile Legends: Bang BangApr 21, 2025

RRQ Hoshi Sikat EVOS, tapi Winstreak Ambyar di Tangan Bigetron

Pekan ke-4 MPL ID Season 15 benar-benar jadi roller coaster buat RRQ Hoshi. Mereka membuka dengan kemenangan 2-1 atas EVOS yang sempat bikin optimisme melambung tinggi, tetapi esoknya, rekor enam kali menang beruntun langsung runtuh oleh “Pasukan Merah” Bigetron. Inilah rangkaian dramanya.

RRQ vs EVOS – Laga El Clasico yang Bikin Deg-Degan

Pada El Clasico melawan EVOS, RRQ tampil ganas sejak game pertama. Kombinasi Zhuxin di tangan Rinz dan Chip milik Idok menutup semua celah rotasi lawan. Skill Lantern Flare dari Zhuxin terus-menerus men-zoning SwayLow dan kawan-kawan, sampai selisih gold menembus lima ribu hanya dalam tujuh menit. Mantan analis EVOS, Ade Setiawan, yang diwawancarai Clara Mongstar, bahkan langsung menyarankan EVOS memban Zhuxin di game berikutnya. 

EVOS memang bangkit dan menyamakan skor di game kedua lewat permainan agresif mereka, tetapi ketika masuk game ketiga, kesabaran RRQ berbicara. Draft late-game berisi Cecilion dan Claude perlahan mencapai power spike; begitu waktu menyentuh menit ke-22, tekanan EVOS berbalik arah. Momen paling krusial terjadi saat Erlan, sang gold laner EVOS, salah perhitungan di menit ke-21. Moskov yang ia pakai masuk terlalu dalam tanpa vision, terkena crowd control bertubi-tubi dari Arlott-Dyrennn, Gatotkaca-Idok, dan Claude-Toyy. Kehilangan sumber damage utama membuat push EVOS melempem, sedangkan RRQ memanfaatkan momentum itu untuk membalikkan keadaan dan menutup seri dengan skor 2-1.

Bigetron vs RRQ – Detik-Detik Runtuhnya Winstreak

Selesai dengan EVOS, RRQ belum sempat bernapas lega karena jadwal mempertemukan mereka dengan Bigetron Esports di laga kedua di Week 4. Bigetron datang sebagai kuda hitam—baru saja menumbangkan Team Liquid ID—serta membawa dua kejutan: debut Finn sebagai roamer menggantikan Light dan kehadiran coach Tazy yang baru duduk di bangku analis. Game pertama berlangsung nyaris 23 menit. Bigetron menguasai early game, tetapi RRQ sempat bangkit lewat Lukas milik Hazle ketika pertandingan memasuki menit ke-14. Walau begitu, setiap perebutan Lord selalu dimenangkan Bigetron. Saat Lord ketiga diamankan Moreno dan Hazle tumbang di tangan Anavel, jalur kemenangan terbuka lebar—straight push bersih menuntaskan game pertama untuk Bigetron.

Memasuki game kedua, RRQ mencoba balik menekan. Dua Lord pertama memang jatuh ke tangan mereka, tapi kokohnya high-ground defense Bigetron membuat setiap upaya jebol base gagal total. Setelah push kedua mentok, momen kembali berpindah. Idok dengan Kalea-nya tertangkap di kontes Lord ketiga, LUKE dengan Masha langsung menyergap lini belakang, RRQ kolaps satu per satu, dan Bigetron menutup seri 2-0—sekali jalan memecahkan winstreak sang Raja.

Kekalahan ini menunjukkan kontras tajam antara dua duel RRQ di hari yang sama. Saat melawan EVOS, RRQ menang karena membaca winning-condition dengan sabar dan memaksa lawan berbuat blunder. Sebaliknya, ketika menghadapi Bigetron, RRQ justru yang kurang disiplin mengelola momentum late-game, sementara Bigetron tampil rapi, piawai menahan gempuran, dan selalu unggul di kontes Lord. Pekan ke-4 pun mengingatkan kita bahwa dominasi di MPL ID S15 masih bisa terhenti kapan saja. RRQ memang tetap di puncak klasemen, tetapi aura tak terkalahkan mereka sudah retak. Bigetron kini resmi masuk daftar penantang serius, sementara EVOS perlu membenahi kalkulasi agresi dan prioritas ban. Satu hal pasti: paruh musim baru setengah jalan, dan drama seru masih panjang!