Mobile Legends: Bang BangApr 29, 2026

W5 MPL ID S17: RRQ Hoshi Masih Tertahan, Harapan Belum Padam?

Perjalanan RRQ Hoshi di MPL ID S17 belum juga menemukan jalan keluar. Masuk Week 5, mereka hanya memainkan satu pertandingan melawan Dewa United (25 April 2026). Harapannya sederhana—mulai bangkit. Tapi yang terjadi, justru luka yang sama kembali terbuka.


RRQ vs Dewa United: Unggul Dulu, Jatuh Lagi

Game 1 sebenarnya dimulai dengan cukup menjanjikan. RRQ Hoshi tampil agresif sejak early game. Masuk menit 8, mereka sudah memimpin dengan gold difference +2,2K dan kill 5-3. Bahkan sempat menyentuh +3,3K—ini bukan sekadar unggul tipis, tapi cukup nyaman.

Tapi lagi-lagi, satu keputusan mengubah segalanya.

Menit 11 jadi titik balik. RRQ mencoba melakukan teamfight di bawah turret Dewa United di bottom lane—sebuah langkah yang terlalu memaksa. Hasilnya? Keunggulan gold langsung terhapus. Dari +3,3K, tiba-tiba jadi hampir imbang di +128 untuk Dewa.

Dari situ, game berubah jadi tarik ulur. RRQ masih sempat unggul dari sisi objektif—tower bahkan sempat 6-4 untuk mereka. Tapi momentum sudah tidak lagi di tangan.

Masuk menit 18, Dewa mulai mengambil alih setelah berhasil mengamankan Lord. Meski begitu, pertandingan tetap terasa seimbang hingga menit 22.

Sampai akhirnya… momen itu datang lagi.

Menit 23, teamfight di area Lord. Dewa United menang telak, mengamankan tiga pemain RRQ sekaligus. Dengan momentum tersebut, mereka tidak ragu. Tekanan langsung dikonversi jadi kemenangan di menit 25.


Game 2: Realita yang Lebih Keras

Kalau Game 1 masih terasa “nyaris”, Game 2 justru tanpa banyak kompromi.

Sejak early game, Dewa United langsung mendominasi. Menit 6 saja sudah unggul +4,6K dengan skor kill 10-2. Ini bukan lagi soal momentum—ini soal kontrol penuh.

RRQ tidak diberi ruang untuk berkembang.

Menit 10, Dewa sudah menghancurkan 6 turret, sementara RRQ baru mendapatkan 1. Map control sepenuhnya dipegang Dewa, dan sisanya tinggal menunggu waktu.

Game berakhir cepat—bahkan sebelum 12 menit. Skor akhir 16-5, dengan selisih gold hampir +10K. Clean, cepat, dan tanpa ampun.


Pola yang Terus Terulang

Kalau ditarik dari Week 4 ke Week 5, ada satu benang merah yang makin jelas:

RRQ Hoshi bisa unggul, tapi tidak bisa menjaga keunggulan.

  • Sudah berkali-kali unggul di early game
  • Sudah beberapa kali membuka map bahkan base lawan
  • Tapi selalu kehilangan kontrol di momen krusial

Dan di Week 5 ini, masalahnya bahkan berkembang:

  • Game 1: kalah karena satu keputusan buruk
  • Game 2: kalah karena tidak pernah benar-benar masuk ke permainan

Ini bukan cuma soal mekanik atau draft. Ini soal konsistensi dan decision-making di level tertinggi.


Klasemen dan Kenyataan

Dengan hasil ini, RRQ Hoshi masih tertahan di dasar klasemen:
0 kemenangan, 8 kekalahan.

Masih ada 8 pertandingan tersisa hingga akhir Regular Season di Week 9.

Secara hitungan, peluang itu masih ada.

Tapi Week 6 sudah menunggu… dan lawannya bukan yang ringan:

  • ONIC Esports
  • Bigetron

Dua tim yang, kalau melihat performa sekarang, justru berada di sisi berlawanan dari RRQ.


Antara Harapan dan Realita

Di titik ini, bicara soal RRQ Hoshi bukan lagi soal “kapan mereka menang”, tapi:
apakah mereka bisa bangkit tepat waktu?

Karena semakin lama pola ini berulang, semakin tipis ruang untuk memperbaiki.

Tapi esports selalu punya satu hal yang tidak pernah benar-benar hilang: kemungkinan.

Dan kadang, satu kemenangan saja bisa mengubah segalanya.

Week 6 mungkin jadi titik itu. Atau… justru jadi akhir dari harapan.

Kita lihat saja.